“Gimana? mau di rayain ga?” kata ibu tercinta. Sempet bertanya-tanya juga, apa kalau sweetseventeen itu harus dirayain??? Ibuku berpendapat kalau acara kaya gini tuh udah tradisi, soalnya dia juga dirayain. Masalahnya, ibu itu cewe makanya dirayain, tapi aku ini cowo buuu…!! (rengekku dalem hati) Menurut saya pribadi sih kalau untuk cowo acara sweetseventeen-an tuh kurang gimanaaaa gitu. Soalnya ga kebayang kalo si MC (yang bawa acara) teriak-teriak di panggung, “Sekarang, kita panggil sama-sama yang berulangtaun!” dan temen-temen yang diundang pun teriak “Arsy…Arsy…Arsy!” dan keluarlah diriku yang sudah di dandanin dengan memakai hem yang gagah dan sepatu kulit ular dari belakang panggung dengan anggunnya sambil mesem” ngeliat temen” yang pada nahan ketawa.
Mungkin beberapa orang ngerasa biasa” aja sama hal yang kaya begituan. Tapi khusus untuk orang yang minimalis seperti saya acara mewah seperti itu cuma hambur” duit. Mending nraktir temen yang inget ultah sahabatnya ini di warung” kaki lima. Dengan begitu semua pulang dengan senang, kenyang, dan dompet pun tidak renggang. Setuju??
Dan akhirnya acara traktir mentraktir itu mungkin akan saya laksanakan besok tepat pada 2 feb saat saya sudah berumur 17 dengan sahabat” yang inget ultah saya. Ada yang mau ikut??? “Dapatkan tiketnya dengan membeli permen karet lotte!”
ps: akhirnya postingan pertama di blog ini selesai ^^
heuuuh ceunah mau traktiran. Mana cim, mana????
Oleh: Nadinastiti on Juni 15, 2008
at 3:29 pm
bagus juga ternyata kalo nuliss. haha
tapi (setuju nadin!)qo ga ada traktiran yah?
Oleh: Lina on Juni 15, 2008
at 3:42 pm
naon sih?
gj pisan.
aku aja ga ditraktir. huh!
Oleh: ael on Juni 30, 2008
at 2:34 am
selametnya manaaa????pada lupa kan???
Oleh: acim on Juli 2, 2008
at 9:02 pm